Mengapa kita begitu gelisah saat pesan kita tidak kunjung dibalas? “Filosofi Nunggu Chat Balasan” menyelami ruang hening di antara dua centang biru, membongkar kegelisahan modern yang lahir dari notifikasi dan diam. Buku ini bukan sekadar tentang cinta atau komunikasi digital, tapi tentang bagaimana kita menaruh harapan pada tanda-tanda kecil di layar.
Lewat renungan ringan dan observasi sehari-hari, penulis mengajak pembaca menertawakan sekaligus memahami diri sendiri—mengapa rasa ingin diakui, ditunggu, dan dibalas begitu kuat? Dalam dunia yang serba cepat, ternyata yang paling kita rindukan adalah kepastian sederhana: bahwa kita tidak sedang berbicara sendirian.