Anak itu kertas putih? Ah, teori klasik itu rasanya perlu kita dekonstruksi ulang sekarang. Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern ini, anak lebih mirip… hm, spons yang sangat aktif, menyerap setiap interaksi dengan presisi yang mengejutkan, jauh melampaui apa yang kita, sebagai orang dewasa, bayangkan. Mereka tidak sekadar menunggu diisi, mereka mengambil alih, meniru apa yang mereka lihat, bukan apa yang mereka dengar semata. Buku ini, “Anak Meniru, Bukan Hanya Mendengar”, bukan sekadar wacana teoritis yang kering dan membosankan, melainkan sebuah seruan untuk kesadaran yang mendalam bagi siapa pun yang bersentuhan dengan dunia anak-anak—orang tua, pendidik, calon guru, bahkan kita semua sebagai anggota masyarakat. Kita sering kali lupa, atau mungkin sengaja mengabaikan, bahwa setiap gerak-gerik kita, setiap nada suara kita, setiap respon emosional kita, adalah kurikulum tak tertulis yang sedang dipelajari anak-anak kita, setiap detiknya.