Self-love bukan alasan untuk bermalas-malasan atau egois. Ia adalah ruang aman yang kita ciptakan sendiri—tempat di mana luka tidak ditolak, emosi tidak dihakimi, dan diri tidak terus-menerus disalahkan hanya karena tidak sempurna. Buku ini bukan panduan instan untuk mencintai diri, tapi undangan lembut untuk memahami bahwa mencintai diri bukan tujuan akhir, melainkan perjalanan seumur hidup.
Lewat narasi jujur dan reflektif, kamu akan diajak menyusuri topik-topik yang akrab di kalangan Gen Z: body positivity, overthinking, tekanan media sosial, ekspektasi keluarga, hingga hari-hari di mana bangun dari tempat tidur pun terasa berat. Ini bukan sekadar buku—ini cermin untuk mengenali, menerima, dan akhirnya memeluk diri sendiri, satu hari, satu halaman, satu napas dalam satu waktu.