Konsumerisme telah mengubah cara manusia mencari makna. Hidup dibanjiri oleh iklan, citra, dan keinginan untuk memiliki lebih banyak—hingga spiritualitas tergeser menjadi sekadar simbol gaya hidup. Buku ini mengajak pembaca menengok kembali inti dari eksistensi manusia: kesadaran, keikhlasan, dan kebahagiaan yang tidak ditentukan oleh kepemilikan materi.
Melalui pendekatan spiritualitas Islam, penulis menggali jalan kembali menuju kesederhanaan dan keseimbangan batin di tengah hiruk-pikuk dunia modern. Buku ini bukan sekadar kritik terhadap budaya konsumtif, tetapi juga panduan reflektif untuk menemukan kedamaian yang hakiki—menemukan Tuhan di tengah pusat perbelanjaan duniawi.